Hampir saja kuketuk pintu rumahmu
Kala hujan menguyur tubuhku; kaku
Tapi aku malu untuk mulai berkata
Jika ternyata Tuhan menggariskan jalan yang berbeda
Akhirnya…
Aku tak jadi menyeruput kopi hangat
Buatanmu bersama separuh waktu
Dan sebelum itu, kucoba menerka
Atap-atap dan tirai-tirai
Yang temanimu jalani sejarah
Tapi aku tak mampu menerka
Apa yang ada di sebagian jantung hidupmu
Sudahlah…
Mungkin waktu belum mengenal
Seluk-beluk musim laraku
Atau Tuhan memang ciptakan
Sebongkah kisah
Tanpa ada pertautan wajah
Aula syarqawi, 05 Desember 2010


0 komentar:
Posting Komentar